Bacaan Muroqi pada Khutbah Jumat: Panduan Lengkap
Dalam pelaksanaan shalat Jumat, terdapat serangkaian ibadah yang meliputi adzan, khutbah, dan shalat itu sendiri. Salah satu elemen penting yang seringkali hadir adalah pembacaan tarqiyyah oleh seorang muroqi atau bilal [1][2]. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai bacaan muroqi, hukumnya, dan peranannya dalam shalat Jumat.
Apa Itu Muroqi?
Muroqi, yang juga dikenal sebagai bilal, adalah seseorang yang bertugas membacakan bacaan-bacaan tertentu sebelum khatib naik mimbar untuk menyampaikan khutbah Jumat [2]. Tugas utama seorang muroqi adalah membacakan tarqiyyah, yaitu bacaan yang menjadi penanda bahwa khatib akan segera naik ke mimbar [2][3]. Selain itu, muroqi juga bertugas sebagai muadzin yang mengumandangkan adzan [1][3].
Bacaan-Bacaan Muroqi
Berikut adalah beberapa bacaan yang umumnya dilafalkan oleh seorang muroqi sebelum khutbah Jumat [4]:
-
Adzan: Muroqi mengumandangkan adzan pertama sebagai penanda masuknya waktu shalat Jumat [3][5].
-
Tarqiyyah: Setelah adzan dan shalat sunnah qobliyah, muroqi membacakan tarqiyyah dengan menghadap jamaah [5]. Berikut adalah contoh bacaan tarqiyyah:
-
Teks Arab:
اَيُّهَـاالنَّاسُ، يَامَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ وَزُمْرَةَ الْمُؤْمِنِيْنَ رَحِمَكُمُ اللّٰهُ رُوِيَ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ. اَنَّهُ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّ اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ إِنَّ يَوْمَ الْجُمْعَةِ سَيِّدُ الْاَيَّـامِ وَحِجُّ الْفُقَرَاءِ وَعِيْدُ الْمَسَاكِيْنِ. اَلْخُطْبَتَانِ فِيْهَا مَقَامَ رَكْعَتَيْنِ مِنَ الظُّهْرِ. قَالَ النَّبِيُّ صَلَّ اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ فَإِذَا صَعِدَ الخَطِيْبُ عَلَى الْمِنْبَرْ فَلَا يَتَكَلَّمُ أَحَدُكُمْ وَمَنْ يَّتَكَلَّمُ عِنْدَ الْخُطْبَةِ فَقَدْ لَغَوْا وَمَنْ لَّغَا فَلَا جُمْعَةَ لَهُ. اَنْصِتُوْا وَاسْمَعُوا وَأَطِيْعُوْا رَحِمَكُمُ اللّٰهُ ×٣. اَنْصِتُوْا لَاإِلٰه إِلَّااللّٰهُ مُحَمَّدُ رَّسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
-
Latin: Ayyuhan naas, yaa ma'aasyiral muslimiina wa zumratal mu'miniina rahima kumullaah. Ruwiya 'an abii hurairata radhiyallaahu 'anhu qaala, qaalan nabiyyu shallallahu 'alaihi wasallam, inna yaumal jum'ati sayyidul ayyaam, wahijjul fuqaraa i wa 'iidul masaakiin, al khuthbataani fiihaa maqaama rak'ataini minadzh dzhuhri. Qaalan nabiyyu shallallaahu 'alaihi wasallam, fa idza sha'idal khathiibu 'alal mimbar, falaa yatakallamu ahadukum wamayyatakallamu wa may yatakallamu 'ingdal khuthbah, faqod laghau wamallaghaa falaa jum'atalah. Angshituu wasma'uu wa athii'uu rahimakumullah (3×). Angshituu laa ilaaha illallaahu muhammadur rasuulullaahi shallallaahu 'alaihi wasallam.
-
Artinya: [4] "Wahai manusia, wahai umat Muslim dan sekumpulan orang yang beriman, semoga Allah merahmati kalian. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Nabi saw. bersabda, 'Sesungguhnya hari Jumat adalah penghulu hari-hari, hajinya orang-orang fakir, dan hari rayanya orang-orang miskin. Dua khutbah di dalamnya menggantikan dua rakaat dari shalat dzuhur.' Nabi saw. bersabda, 'Jika khatib telah naik ke atas mimbar, maka janganlah salah seorang di antara kalian berbicara. Barangsiapa berbicara saat khutbah, maka ia telah berbuat sia-sia, dan barangsiapa berbuat sia-sia, maka tidak ada Jumat baginya. Diamlah, dengarkanlah, dan taatilah, semoga Allah merahmati kalian (3×). Diamlah, tidak ada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah, semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepadanya." [4]
-
-
Shalawat: Saat khatib berjalan menuju mimbar, muroqi membaca shalawat [3][4]. Contohnya:
-
Teks Arab:
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
-
Latin: Allaahumma shalli 'alaa sayyidinaa Muhammad
-
Artinya: "Ya Allah, berikanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad"
-
Versi Panjang:
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَحَبِيْبِنَا وَشَفِيْعِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَرَضِيَ اللّٰهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عَنْ سَادَاتِنَا أَصْحَابِ رَسُوْلِ اللّٰهِ أَجْمَعِيْنَ
-
Latin: Allaahumma shalli 'alaa sayyidinaa wa habiibinaa wa syafii'inaa wa maulaanaa muhammadiw wa sallam wa radhiyallaahu tabaaraka wa ta'aalaa 'ang saadaatinaa ash haabi rasuulillaahi ajma'iin.
-
Artinya: "Ya Allah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kami, kekasih kami, pemberi syafa'at dan penolong kami, Muhammad SAW, dan semoga Allah Ta'ala meridhoi-Nya, para sahabat Rasulullah, dan semuanya." [4]
-
-
Doa: Ketika khatib sudah berada di atas mimbar, muroqi menghadap kiblat dan membaca doa [3][4]. Contohnya:
-
Teks Arab:
اَللّٰهُمَّ قَوِّ الْاِسْلَامَ وَالْاِيْمَانَ، مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتِ، وَانْصُرْهُمْ عَلٰى مُعَانِدِيْنَ رَبِّ اخْتِمْ لَنَا مِنْكَ بِالْخَيْرِ، يَاخَيْرَ النَّاصِرِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يآاَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
-
Artinya: "Ya Allah, kuatkanlah keislaman dan keimanan, dari kaum muslimin dan muslimat, kaum mukminin dan mukminat, yang masih hidup dari mereka semua dan juga yang sudah meninggal, tolonglah mereka untuk mengokohkan agama, akhirilah (hidup) kami dari-Mu dengan kebaikan, wahai Tuhan sebaik-baik penolong, dengan rahmat-Mu wahai Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua penyayang."
-
Hukum Membaca Tarqiyyah
Mayoritas ulama, termasuk dari kalangan Syafi'iyah dan Hanafiyah, menganggap pembacaan tarqiyyah sebagai bid'ah hasanah (bid'ah yang baik) [4]. Hal ini dikarenakan praktik ini tidak ada pada zaman Rasulullah SAW dan Khulafaur Rasyidin [4]. Meskipun demikian, isi dari bacaan tarqiyyah mengandung ajakan untuk berbuat baik, seperti mengingatkan jamaah untuk diam dan mendengarkan khutbah, serta bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW [2].
Kesimpulan [4]
Pembacaan muroqi dalam khutbah Jumat adalah sebuah tradisi yang memiliki akar dalam sejarah Islam. Meskipun terdapat perbedaan pendapat mengenai hukumnya, mayoritas ulama menganggapnya sebagai amalan yang baik karena mengandung unsur-unsur positif seperti mengingatkan jamaah untuk tenang dan bershalawat [2][4]. Dengan memahami peran dan bacaan muroqi, kita dapat lebih menghayati pelaksanaan shalat Jumat dan mengambil hikmah dari setiap rangkaian ibadahnya.
Soal uji pemahaman
- Sebutkan tugas-tugas seorang Muroqi dalam pelaksanaan shalat Jumat!
- Tuliskan bacaan tarqiyyah yang biasa dilafalkan oleh seorang Muroqi sebelum khutbah Jumat (dalam bahasa Arab)!
- Apa hukum membaca tarqiyyah menurut mayoritas ulama, dan mengapa demikian?
- Jelaskan mengapa pembacaan shalawat oleh Muroqi saat khatib berjalan menuju mimbar dianggap sebagai amalan yang baik!
- Tuliskan doa yang dibaca oleh Muroqi ketika khatib sudah berada di atas mimbar (dalam bahasa Arab atau latin)!
Tugas Praktik: Simulasi Muroqi dalam Shalat Jumat
Tujuan:
- Menerapkan pengetahuan tentang peran dan bacaan Muroqi dalam konteks nyata.
- Meningkatkan pemahaman tentang tata cara pelaksanaan shalat Jumat.
- Mengembangkan keterampilan berbicara di depan umum dan melafalkan bacaan-bacaan dalam bahasa Arab.
Langkah-langkah:
-
Pembentukan Tim: Bentuk kelompok yang terdiri dari 4-5 orang. Setiap anggota tim akan memiliki peran masing-masing:
- Muroqi/Bilal: Bertugas melafalkan adzan, tarqiyyah, shalawat, dan doa.
- Khatib: Bertugas menyampaikan khutbah Jumat (singkat saja).
- Imam: Bertugas memimpin shalat Jumat.
- Muadzin (opsional): Jika berbeda dengan Muroqi, bertugas mengumandangkan adzan.
- Makmum: Anggota tim lainnya berperan sebagai makmum.
-
Persiapan Materi:
- Muroqi mempersiapkan teks bacaan adzan, tarqiyyah, shalawat, dan doa (dengan atau tanpa teks Arab).
- Khatib mempersiapkan teks khutbah Jumat singkat (tema bebas, durasi sekitar 5-7 menit).
- Imam mempersiapkan surah-surah pendek yang akan dibaca dalam shalat.
-
Pelaksanaan Simulasi:
- Simulasi dilakukan di kelas atau di tempat lain yang memungkinkan.
- Urutan simulasi:
- Muadzin (atau Muroqi) mengumandangkan adzan pertama.
- Jamaah melaksanakan shalat sunnah qobliyah (simulasi singkat).
- Muroqi berdiri menghadap jamaah dan melafalkan tarqiyyah.
- Muroqi menyerahkan tongkat (atau benda pengganti) kepada Khatib.
- Saat Khatib naik mimbar, Muroqi melafalkan shalawat.
- Khatib menyampaikan khutbah Jumat.
- Setelah khutbah kedua, Muroqi mengumandangkan iqamah.
- Imam memimpin shalat Jumat (2 rakaat, bacaan surah pendek).
-
Evaluasi dan Diskusi:
- Setelah simulasi, lakukan evaluasi bersama.
- Diskusikan hal-hal berikut:
- Kesesuaian bacaan dan urutan dengan tata cara yang benar.
- Kelancaran pelafalan dan intonasi.
- Kekompakan tim dan pembagian tugas.
- Pelajaran yang diperoleh dari simulasi ini.
Kriteria Penilaian:
- Ketepatan bacaan dan urutan.
- Kelancaran pelafalan dan intonasi.
- Penguasaan materi dan peran masing-masing.
- Kerja sama tim.
- Partisipasi aktif dalam diskusi dan evaluasi.
Tips Tambahan:
- Gunakan referensi dari buku, artikel, atau video tutorial tentang tata cara Muroqi.
- Latih pelafalan bacaan dengan baik sebelum simulasi.
- Buat suasana simulasi yang khusyuk dan serius.
- Dokumentasikan simulasi (foto atau video) untuk bahan evaluasi.
Dengan melakukan tugas praktik ini, Anda akan mendapatkan pengalaman langsung dalam menjalankan peran Muroqi dan memahami lebih dalam tentang pelaksanaan shalat Jumat.
Referensi:
- Bacaan Bilal Sholat Jumat: Arab, Latin, dan Artinya | kumparan.com
- Bacaan Muroqi Jumat Lengkap dan Arti, Pahami Hukum Membacanya | merdeka.com
- Tugas dan Bacaan Muroqi Jumat Lengkap dengan Bahasa Arab dan Artinya - Kumparan
- Teks Bacaan Muroqi Jum'at Lengkap Beserta Artinya, Pahami Hukumnya
- Bacaan Bilal Jumat Arab dan Latinnya, Pahami Urutannya | merdeka.com
Komentar
Posting Komentar