Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2025

Peran Tokoh Ulama Islam di Indonesia: Nuruddin ar-Raniri

Peran Tokoh Ulama Islam di Indonesia: Nuruddin ar-Raniri Nuruddin ar-Raniri, juga dikenal sebagai Syekh Nuruddin al-Raniri, adalah seorang ulama, ahli fikih , teolog, sufi, sejarawan, dan sastrawan yang memiliki peran penting dalam sejarah Melayu pada abad ke-17 [1] . Meskipun bukan berasal dari Indonesia, kontribusinya terhadap perkembangan Islam di Nusantara tidak dapat diabaikan [1] . Asal-Usul Syekh Nuruddin diperkirakan lahir sekitar akhir abad ke-16 di kota Ranir (Rander), Gujarat, India [1] [2] . Ayahnya adalah keturunan Arab Hadhramaut, sedangkan ibunya keturunan Melayu [3] [4] . Ar-Raniri mengaku memiliki darah suku Quraisy, suku yang juga menurunkan Nabi Muhammad SAW [5] . Pendidikan Pendidikan awal Nuruddin diperoleh di Ranir, tempat ia belajar ilmu agama [5] [6] . Ia kemudian melanjutkan pendidikannya ke Hadramaut, Arab Selatan, yang pada masa itu menjadi pusat studi agama Islam [6] [7] . Selain itu, ia juga belajar kepada Abu Hafs Umar bin Abdullah Ba Syayban al-Tari...

Peran Tokoh Ulama Islam di Indonesia: Hamzah al-Fansuri

Peran Tokoh Ulama Islam di Indonesia: Hamzah al-Fansuri Hamzah al-Fansuri adalah seorang tokoh ulama, sufi, dan sastrawan terkenal di Nusantara pada abad ke-16 [1] . Ia dikenal karena memperkenalkan ajaran wahdatul wujud (kesatuan wujud) dan menciptakan genre syair dalam sastra Melayu [2] . Asal-Usul Terdapat beberapa spekulasi mengenai asal-usul Hamzah Fansuri [2] [3] . Sebagian berpendapat bahwa ia berasal dari Barus (sekarang di Sumatera Utara) [2] [3] , sebuah kota kecil di pesisir barat Sumatera Utara yang dikenal sebagai pusat perdagangan dan pendidikan Islam pada masa Kerajaan Aceh Darussalam [1] [4] . Nama "al-Fansuri" sendiri berasal dari arabisasi kata "Pancur," nama kota asalnya [1] [4] . Pendapat lain menyatakan bahwa ia lahir di Ayutthaya, ibu kota lama kerajaan Siam (Thailand) [3] [5] . Tanggal dan tahun kelahiran Hamzah Fansuri belum diketahui secara pasti [5] [6] . Namun, diperkirakan ia hidup pada masa pemerintahan Sultan Alaiddin Riayatsyah (p...

Peran Tokoh Ulama Islam di Indonesia

Peran Tokoh Ulama Islam di Indonesia Indonesia memiliki sejarah panjang dalam perkembangan Islam, dan para ulama memainkan peran sentral dalam penyebaran, pendidikan, dan pembentukan masyarakat Muslim di Nusantara. Berikut adalah peran beberapa tokoh ulama Islam terkemuka di Indonesia: 1. Hamzah al-Fansuri (abad ke-16) Asal-Usul: Berasal dari Barus/Fansur (Sumatera Utara) atau Ayutthaya (Thailand) [1] [2] . Pemikiran: Menganut ajaran wahdatul wujud (kesatuan wujud) yang kontroversial [2] . Karya: Syair-syair sufistik (Syair Perahu, Syair Burung Pingai, Syair Dagang) dan prosa tasawuf ( Syarab al-'Asyiqin , Asrar al-'Arifin , Kitab al-Muntahi ) [2] . Peran dan Pengaruh: Pelopor sastra sufistik Melayu, memperkenalkan ajaran wahdatul wujud , menggunakan bahasa Melayu dalam sastra religius [2] [3] . Ia berjasa dalam memajukan bahasa Melayu [4] . Syair-syairnya mengandung tema cinta kepada Tuhan, pencarian hakikat diri, dan kesatuan dengan Tuhan [1] . 2. Nuruddin ar-Ra...

Bacaan Muroqi pada Khutbah Jumat

Bacaan Muroqi pada Khutbah Jumat: Panduan Lengkap Dalam pelaksanaan shalat Jumat , terdapat serangkaian ibadah yang meliputi adzan , khutbah , dan shalat itu sendiri. Salah satu elemen penting yang seringkali hadir adalah pembacaan tarqiyyah oleh seorang muroqi atau bilal [1] [2] . Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai bacaan muroqi, hukumnya, dan peranannya dalam shalat Jumat. Apa Itu Muroqi? Muroqi, yang juga dikenal sebagai bilal, adalah seseorang yang bertugas membacakan bacaan-bacaan tertentu sebelum khatib naik mimbar untuk menyampaikan khutbah Jumat [2] . Tugas utama seorang muroqi adalah membacakan tarqiyyah , yaitu bacaan yang menjadi penanda bahwa khatib akan segera naik ke mimbar [2] [3] . Selain itu, muroqi juga bertugas sebagai muadzin yang mengumandangkan adzan [1] [3] . Bacaan-Bacaan Muroqi Berikut adalah beberapa bacaan yang umumnya dilafalkan oleh seorang muroqi sebelum khutbah Jumat [4] : Adzan: Muroqi mengumandangkan adzan pertama sebagai pe...

Khutbah, Tabligh, dan Dakwah

Khutbah, Tabligh, dan Dakwah Khutbah, tabligh, dan dakwah adalah tiga istilah penting dalam Islam yang berkaitan dengan penyampaian ajaran agama. Meskipun ketiganya memiliki tujuan yang sama, yaitu mengajak manusia kepada kebaikan, terdapat perbedaan dalam hal ketentuan, syarat, dan ruang lingkupnya [1] . 1. Khutbah Pengertian: Khutbah adalah pidato atau ceramah yang disampaikan di depan umum yang berisi nasihat-nasihat untuk meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT [1] . Khutbah biasanya terkait dengan ibadah tertentu [1] [2] . Dalil: Al-Quran : Surah Al-Jumu'ah (62:9): يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ Artinya: "Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at , maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu me...

Bencana Alam

Materi Interaktif: Bencana Alam (اَلْكَوَارِثُ الطَّبِيْعِيَّةُ) Materi Interaktif Bahasa Arab اَلْكَوَارِثُ الطَّبِيْعِيَّةُ (Bencana Alam) Fase F - SMK 1. Menyimak (اَلْاِسْتِمَاعُ) 2. Berbicara (اَلْكَلَامُ) 3. Membaca (اَلْقِرَاءَةُ) 4. Menulis (اَلْكِتَابَةُ) 1. Kegiatan Menyimak (اَلْاِسْتِمَاعُ) Tujuan Pembelajaran: Memahami informasi hasil menyimak (berita sederhana tentang bencana) dalam teks-teks bahasa Arab. Instruksi: Dengarkan (simulas...