Pelajaran Interaktif: Bahaya Miras & Narkoba
Memahami Pandangan Islam dan Membangun Diri
A. Memecahkan Masalah Minuman Keras dan Narkoba
B. Meyakini Bahwa Islam Melarang Keras Miras dan Narkoba
Keyakinan adalah pondasi utama. Larangan ini bukanlah untuk mengekang, melainkan untuk melindungi 5 hal pokok dalam Islam (Maqashid Syariah): menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta.
Dalil Al-Qur'an
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan."
(QS. Al-Ma'idah [5]: 90)
Ayat ini dengan tegas menggunakan kata "Fajtanibuuhu" (Maka jauhilah!), yang merupakan tingkat larangan tertinggi, lebih keras dari sekadar "jangan minum". Kita bahkan dilarang mendekati, menjual, membeli, atau memproduksinya.
Dalil Hadits
"Setiap yang memabukkan adalah khamr, dan setiap khamr adalah haram."
(HR. Muslim)
Hadits ini menutup celah. Apapun namanya (miras, narkoba, sabu, ganja), selama ia memabukkan dan merusak akal, maka ia adalah khamr dan hukumnya haram.
"Allah melaknat (mengutuk) khamr, peminumnya, penyajinya, penjualnya, pembelinya, pemerasnya (produsen), orang yang meminta diperaskan, pembawanya, dan orang yang meminta dibawakan."
(HR. Abu Daud)
Hadits ini menunjukkan betapa besarnya dosa khamr, tidak hanya bagi pemakai, tapi juga bagi semua pihak yang terlibat dalam peredarannya.
C. Membiasakan Diri (Membangun Karakter)
Menjauhi narkoba dan miras bukan hanya soal "tahu", tapi soal "mampu". Kemampuan ini dibangun di atas tiga pilar karakter:
1. Sikap Tanggung Jawab
Islam memandang kita sebagai pemimpin, minimal bagi diri sendiri. Kita bertanggung jawab atas amanah yang Allah berikan:
- Tanggung Jawab atas Tubuh: Menjaga kesehatan, tidak merusaknya dengan zat berbahaya.
- Tanggung Jawab atas Akal: Menjaga kewarasan untuk berpikir, belajar, dan beribadah.
- Tanggung Jawab atas Harta: Membelanjakan harta di jalan yang halal, bukan untuk maksiat.
- Tanggung Jawab atas Keluarga: Menjadi teladan yang baik, bukan sumber masalah.
Pecandu adalah orang yang lari dari tanggung jawab ini.
2. Sikap Kontrol Diri
Kontrol diri (Mujahadah an-Nafs) adalah kemampuan menahan hawa nafsu dan menolak ajakan buruk. Ini adalah inti dari iman. Cara melatihnya:
- Puasa: Latihan menahan lapar, dahaga, dan hawa nafsu.
- Shalat: Shalat yang khusyuk akan mencegah perbuatan keji dan munkar (termasuk miras & narkoba).
- Berani Berkata "Tidak": Tegas menolak ajakan teman untuk hal yang buruk, meskipun harus sendirian.
- Menjaga Pandangan & Pergaulan: Menghindari lingkungan yang memicu maksiat.
3. Sikap Percaya Diri
Banyak orang terjerumus karena merasa minder, tidak keren, atau 'kalah' dalam pergaulan. Islam mengajarkan percaya diri yang sehat:
- Yakin bahwa kemuliaan diukur dari takwa, bukan dari popularitas atau "keberanian" mencoba hal haram.
- Percaya pada potensi diri yang diberikan Allah untuk berprestasi tanpa perlu "doping" haram.
- Merasa cukup dengan pertolongan Allah saat menghadapi masalah, bukan lari ke zat adiktif.
Refleksi Diri Harian
Coba ceklis hal-hal positif yang sudah kamu usahakan hari ini:
D. Tugas Proyek: "Suara Kita, Benteng Kita"
Saatnya mengubah pengetahuan menjadi aksi. Pilih salah satu dari proyek berikut untuk mengampanyekan bahaya miras dan narkoba di lingkungan sekitarmu (sekolah, masjid, atau media sosial).
Opsi 1: Kampanye Poster Digital
Buatlah sebuah poster digital (menggunakan Canva, Photoshop, atau aplikasi lain) yang berisi pesan anti-miras dan narkoba.
Syarat Konten:
- Judul yang kuat dan menarik.
- Setidaknya satu dalil (Al-Qur'an atau Hadits) dari materi di Panel B.
- Setidaknya dua dampak negatif (dari Panel A).
- Pesan yang membangun sikap positif (dari Panel C).
- Visual yang menarik dan sopan.
Target: Bagikan poster ini (setelah disetujui guru/ustadz) di status media sosial atau mading sekolah.
Opsi 2: Presentasi / Video Edukasi Pendek (1-3 Menit)
Buatlah sebuah presentasi (PowerPoint/Google Slides) atau video edukasi singkat (misal: untuk TikTok atau Reels) yang menjelaskan satu topik spesifik.
Contoh Topik:
- "Kenapa Narkoba Haram? (Perspektif Panel B)"
- "3 Cara Bilang 'Tidak' Pakai Kontrol Diri (Panel C)"
- "Solusi Islam vs. Solusi Medis untuk Pecandu (Panel A)"
Target: Presentasikan di depan kelas atau unggah video dengan tagar yang relevan.
Kriteria Penilaian Proyek
- Kesesuaian Konten: Materi akurat dan sesuai dengan ajaran Islam (menggunakan referensi dari panel A, B, C).
- Kreativitas: Desain/visual/penyampaian yang menarik dan orisinal.
- Pesan: Pesan yang disampaikan jelas, kuat, dan positif (solutif).
- Dampak: Potensi untuk memengaruhi audiens secara positif.
Komentar
Posting Komentar