Muazin: Penyeru Kebajikan dalam Islam
Dalam tradisi Islam, muazin memegang peran sentral sebagai individu yang mengumandangkan azan, panggilan untuk melaksanakan salat . Suara lantang seorang muazin bukan hanya sekadar penanda waktu, tetapi juga merupakan seruan yang mengajak umat Muslim untuk menghadap Allah SWT dan menunaikan kewajiban .
Definisi Muazin
Muazin adalah orang yang dipilih dan ditugaskan di masjid untuk mengumandangkan azan dan iqamah . Azan sendiri secara bahasa berarti pemberitahuan, sedangkan menurut syariat Islam, azan adalah memberitahukan masuknya waktu salat fardhu dengan lafaz-lafaz yang telah ditetapkan. Selain azan, muazin juga bertugas mengumandangkan iqamah sebagai tanda dimulainya salat berjamaah . Di beberapa masjid, muazin juga bertugas mengumandangkan takbir pada malam Idul Fitri dan Idul Adha .
Sejarah Muazin
Adzan disyariatkan pada tahun pertama Hijriyah di Madinah. Sebelum adanya azan, umat Islam berkumpul di masjid untuk menunggu waktu salat tanpa adanya penanda . Kemudian, muncul usulan untuk membuat tanda waktu salat, hingga akhirnya Abdullah bin Zaid bermimpi mendengar seruan azan . Mimpi tersebut kemudian dibenarkan oleh Rasulullah SAW, dan Bilal bin Rabah, seorang sahabat Nabi yang memiliki suara merdu, dipilih sebagai muazin pertama dalam Islam.
Bilal bin Rabah adalah seorang budak Habsi yang dibebaskan dan menjadi salah satu sahabat terdekat Nabi Muhammad SAW . Ia dikenal karena keteguhan imannya dan suaranya yang indah . Bilal menjadi muazin Rasulullah SAW sepanjang hidup Nabi, baik dalam keadaan safar maupun mukim . Setelah Rasulullah SAW wafat, Bilal sempat berhenti menjadi muazin, namun kemudian diminta kembali untuk mengumandangkan azan karena kerinduan para sahabat terhadap suaranya .
Selain Bilal bin Rabah, terdapat beberapa muazin lain pada zaman Rasulullah SAW, di antaranya adalah :
1. Abu Mahdzurah al-Jumahi: Awalnya adalah seorang pemuda Quraisy yang mengejek Bilal saat mengumandangkan azan, namun kemudian masuk Islam dan menjadi muazin di Masjidil Haram, Mekkah .
2. Sa'ad Al-Qarazh: Seorang mantan budak yang menjadi muazin Rasulullah di Masjid Quba .
3. Ibnu Ummi Maktum: Seorang sahabat tuna netra yang juga menjadi muazin pada zaman Rasulullah SAW.
Lafadz Adzan
Berikut adalah lafadz adzan yang dikumandangkan oleh muazin:
اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ
اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللهُ
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللهُ
أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ
أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ
حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ
حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ
حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ
حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ
اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ
اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ
لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللهُ
Pada saat adzan Subuh, setelah membaca "Hayya 'alal falah" ditambahkan bacaan:
الصَّلَاةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ ... الصَّلَاةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ ...
Syarat dan Adab Menjadi Muazin
Untuk menjadi seorang muazin, terdapat beberapa syarat dan adab yang perlu diperhatikan :
1. Islam: Muazin harus seorang Muslim .
2. Baligh dan Mumayyiz: Sudah mencapai usia baligh dan dapat membedakan antara yang baik dan buruk .
3. Laki-laki: Muazin sebaiknya seorang laki-laki .
4. Suara Merdu: Memiliki suara yang merdu dan lantang .
5. Mengetahui Waktu Salat: Mengetahui dengan baik waktu-waktu salat .
6. Amanah: Dapat dipercaya untuk mengumandangkan azan pada awal waktu .
7. Suci dari Hadas: Dalam keadaan suci dari hadas besar dan kecil .
8. Menghadap Kiblat: Menghadap kiblat saat mengumandangkan azan .
9. Tartil: Membaca azan dengan tartil (perlahan dan jelas) .
10. Ikhlas: Melaksanakan tugas dengan ikhlas tanpa mengharapkan imbalan.
Selain syarat dan adab di atas, seorang muazin juga disunnahkan untuk melakukan beberapa hal berikut :
- Memalingkan muka ke kanan saat mengucapkan "Hayya 'alash Shalaah" dan ke kiri saat mengucapkan "Hayya 'alal Falaah".
- Memasukkan jari ke dalam telinga saat mengumandangkan azan .
- Mengumandangkan azan di tempat yang tinggi.
- Memberi jarak antara azan dan iqamah.
- Membaca doa setelah azan, sebagai berikut:
اَللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةْ وَالصَّلاةِ القَائِمَةْ آتِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدَنِ اْلوَسِيْلَةَ وَاْلفَضِيْلَةْ وَالشَّرَفَ وَالدَّرَجَةَ الْعَالِيَةَ الرَّفِيْعَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًامَحْمُوْدَانِ الَّذِىْ وَعَدْتَهُ اِنَّكَ لاَتُخْلِفُ الْمِيْعَادَ.
"Ya Allah, Tuhan yang memiliki panggilan ini, yang sempurna dan memiliki sholat yang didirikan. Berilah Nabi Muhammad wasilah dan keutamaan, serta kemuliaan dan derajat yang tinggi, dan angkatlah dia ke tempat yang terpuji sebagaimana yang Engkau telah janjikan. Sesungguhnya Engkau tidak akan mengingkari janji."
Doa Tambahan Setelah Adzan Subuh:
اللّٰهُمَّ هَذَا إِقْبَالُ لَيْلِكَ وإدْبَارُ نَهَارِكَ وَأَصْوَاتُ دُعَاتِكَ فَاغْفِرْ ليْ
"Ya Allah, ini adalah (saat) datangnya siang-Mu, dan perginya malam-Mu, dan terdengarnya doa-doa untuk-Mu, maka ampunilah aku."
Keutamaan Muazin
Menjadi seorang muazin memiliki banyak keutamaan dalam Islam, di antaranya adalah :
1. Diampuni Dosanya: Allah SWT mengampuni dosa-dosanya sejauh jangkauan suara azannya .
2. Disaksikan Makhluk: Seluruh makhluk yang mendengar azannya akan menjadi saksi baginya di hari kiamat.
3. Mendapat Pahala: Mendapatkan pahala seperti pahala orang yang salat bersamanya .
4. Didoakan Rasulullah SAW: Didoakan oleh Rasulullah SAW agar diberi petunjuk oleh Allah SWT.
5. Dimuliakan di Hari Kiamat: Lehernya akan dipanjangkan di hari kiamat sebagai tanda kemuliaan .
6. Dibanggakan Allah di Hadapan Malaikat: Allah SWT membanggakan muazin di hadapan para malaikat .
7. Dimasukkan ke dalam Surga: Dijanjikan surga oleh Allah SWT .
8. Doanya Tidak Ditolak: Doanya tidak akan ditolak oleh Allah SWT .
Kesimpulan
Muazin adalah sosok yang mulia dalam Islam. Selain menjadi penanda waktu salat, muazin juga memiliki peran penting dalam mengajak umat Muslim untuk menunaikan kewajiban kepada Allah SWT. Dengan memenuhi syarat dan adab yang telah ditetapkan, seorang muazin dapat meraih keutamaan yang besar di dunia dan akhirat . Semoga kita dapat menghargai peran mulia para muazin dan meneladani dedikasi mereka dalam menjaga syiar Islam.
Tugas proyek:
---
Ref:
1. https://tirto.id/bacaan-lafadz-adzan-dan-iqomat-arab-latin-serta-artinya-gnMF
2. https://news.detik.com/berita/d-4784964/bacaan-lafadz-adzan-lengkap-latin-dan-artinya
3. https://www.doaharianislami.com/2018/04/bacaan-adzan-dan-iqomah-lengkap-beserta.html
5. https://masjidrayaaljabbar.com/lafadz-adzan-lengkap-arab-latin-dan-terjemah-indonesia/
Komentar
Posting Komentar